Dengan luas 13.200.000 km2 Antarktika merupakan benua terluas kelima di bumi, dengan ketinggian rata-rata permukaan tanah tertinggi di bumi, namun tingkat kelembaban terendah diantara benua yang ada. Karena sebagian daerahnya tertutup es sepanjang tahun maka Antarktika merupakan daerah terdingin di muka bumi.
- Sejarah, keberadaan benua Antarktika sudah diduga sejak lama, namun benua ini baru ditemukan pada tahun 1820. Namun peta yang dibuat Laksamana Piri Reis (1513) memuat sebuah benua selatan yang diduga sebagai pantai Antarktika. Siapa yang menemukannya pertama kali tidaklah jelas sebab ada tiga orang dari tiga negara yang mengklaimnya yaitu: Fabian von Bellingshausen dari Rusia, Edward Bransfield dari Britania Raya dan Nathaniel Palmer dari Amerika Serikat.
Tahun 1911 Roald Amundsen (Norwegia) adalah orang pertama yang mencapai Kutub Selatan. - Iklim, Antarktika adalah tempat terdingin di Bumi dengan suhu mencapai -85o dan -90o Celsius di musim dingin dan 30o lebih tinggi di musim panas. Bagian tengahnya dingin dan kering serta hanya mengalami sedikit curah hujan. Turunnya salju juga terjadi di bagian pesisir, dengan catatan tertinggi 48 inchi dalam 48 jam. Hampir seluruh benua ini diselimuti es dengan tebal rata-rata 2,5 kilometer. Tergantung pada lintangnya serta waktu malam atau siang yang konstan, membuat iklim yang biasa dialami manusia tidak terdapat di benua ini.
- Flora dan Fauna, pinguin adalah hewan yang paling banyak dijumpai di benua ini. Pinguin adalah jenis burung yang tidak bisa terbang, namun merupakan penyelam yang ulung. Hewan lain yang dapat dijumpai di Antarktika adalah singa laut, anjing laut dan ikan paus.
- Populasi, diperkirakan terdapat sekitar 1.000 orang yang terdiri dari ilmuwan dan peneliti tinggal di Antarktika dalam satu waktu namun bergantung juga terhadap musim. Orang yang tinggal di Antarktika biasanya menggunakan zona waktu negara asalnya. Walau tidak ada pemukim tetap, 29 negara yang menandatangani Traktat Antarktika memiliki stasiun riset yang umumnya selalu digunakan sepanjang tahun.
Emilio Marcos Palma (7 Januari, 1978) adalah orang pertama yang lahir di benua Antarktika. Ia adalah seorang warganegara Argentina. - Klaim Teritorial, Antarktika merupakan zona bebas, walaupun sampai saat ini masih ada beberapa negara di dunia yang mengajukan klaim kepemilikan wilayah di benua Antarktika tersebut pada awal abad ke-20. Kebanyakannya yang mengklaim wilayah-wilayah ini memiliki stasiun observasi dan penelitian di dalam wilayah mereka. Perjanjian Antarktika tidak mengakui klaim-klaim ini dan sebagian besar negara di dunia tidak mengakui wilayah-wilayah ini. Pengklaiman ini secara praktis tidak ada artinya, namun seringkali digambarkan oleh para ahli kartografi dalam membuat peta dan atlas.Negara-negara yang mengajukan klaim tersebut antara lain Argentina (25° B - 74° B), Australia (160° T - 142° T dan 136° T - 45° T), Britania Raya (20° B - 80° B), Chili (53° B - 90° B), Perancis (142° T - 136° T), Selandia Baru (150° B - 160° T) dan Norwegia (45° T - 20° T)
- Komunikasi, kode telepon internasional Antarktika adalah +672. Antarktika sudah memiliki jasa layanan telepon nirkabel. Di Pangkalan Marambio milik Argentina terdapat sebuah menara selular yang menggunakan teknologi AMPS dan di Pulau Raja George terdapat sebuah menara GSM Entel Chili. Selain itu, komunikasi terbatas pada koneksi satelit.
- Wisata, biasanya diselenggarakan lewat pelayaran laut. Wisatawan boleh menumpang kapal pesiar mewah yang akan berlayar mendekati Antarktika dalam jarak yang aman karena laut di sekitarnya penuh dengan gunung es.
Di dasawarsa 70-an, wisata dengan pesawat terbang juga populer untuk sesaat. Ada 2 maskapai penerbangan yang melayani penerbangan melintasi Antarktika untuk menikmati pemandangan dari udara yaitu Qantas Airlines dan Air New Zealand. Namun setelah kecelakaan pesawat Air New Zealand penerbangan TE-901 yang menabrak gunung Erebus pada tanggal 28 November 1978, penerbangan menikmati pemandangan Antarktika dari udara ini kemudian dihentikan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar